
TANGERANG | Nasib malang menimpa Nenek Jampenah (52), warga Kampung Babakan Desa Pasir Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang. Pasalnya, rumah sekaligus tempat tinggalnya itu roboh dimakan usia.
Peristiwa yang menimpa nenek sebatang kara ini terjadi sejak satu bulan lalu. Belum ada bantuan. Baik dari desa maupun pemerintah kabupaten.
Hal itu diungkapkan Sibra Malisi yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal Nenek Jampenah. Menurutnya, musibah tersebut terjadi sekitar satu bulan yang lalu.
Baca Juga
- Alpiyah, Janda Anak Lima Asal Sukamulya Hidup Dalam Kemiskinan Ekstrem
- Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Nenek Lumpuh di Jayanti Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
Ia mengatakan, sampai saat ini kondisi rumah milik Nenek Jampenah sangat memprihatinkan. Rata dengan tanah. Belum ada bantuan dari pemerintah.
“Miris memang. Dari sejak kejadian belum ada yang datang memberikan bantuan,” ujar pria yang kerap disapa Sibra ini kepada Vinus, pada Rabu (26/10).
Selain itu, ia juga mengungkapkan, peristiwa robohnya rumah milik Nenek Jampenah ini telah dilaporkan warga kepada aparatur desa setempat, namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan.
“Sudah ke Sekdes. Namun disuruh lapor langsung ke Kepala Desa. Karena enggan, akhirnya warga tidak lapor,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sibra menceritakan, setelah rumah itu rata dengan tanah, saat ini Nenek Jampenah ditampung di rumah salah satu warga.
“Karena kasihan tidak punya tempat tinggal, saat ini ditampung di salah satu rumah warga. Itu pun kondisinya tidak layak. Sempit dan berlantaikan tanah,” ucapnya.
Masih kata Sibra, selain sudah tidak memiliki tempat tinggal, nenek yang hidup seorang diri ini juga kehilangan dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. “Mungkin terbuang saat warga membersihkan puing-puing reruntuhan,” tuturnya.
Atas musibah tersebut, ia berharap, baik pemerintah desa maupun daerah dapat melihat sekaligus membantu musibah yang diderita Nenek Jampenah ini. “Kasihan, semoga segera dibantu,” pungkasnya. |HR
![]()









