
CILEGON | PT Vopak Terminal Merak akhirnya angkat bicara terkait insiden keluarnya uap berwarna kuning oranye yang terjadi pada Sabtu (31/01) lalu dan sempat menyebar ke luar area perusahaan.
Human Resource Manager PT Vopak Terminal Merak, Memed Adinegara, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa penyimpanan bahan kimia cair dan tidak melakukan aktivitas produksi maupun pengolahan bahan kimia.
Menurutnya, peristiwa keluarnya uap tersebut terjadi saat proses pembersihan fasilitas. Uap berwarna oranye dilepaskan ke udara dari kempu yang digunakan untuk menampung sisa hasil pembersihan produk.
Baca Juga
- Puluhan Warga Terdampak, IMC Desak Usut Dugaan Pencemaran PT Vopak
- Insiden Uap Kimia, KLH Tempuh Jalur Hukum terhadap PT Vopak
“Kami pastikan tidak terjadi kebocoran ataupun kerusakan pada fasilitas tangki maupun pipa. Selain itu, tidak ada karyawan PT Vopak Terminal Merak yang mengalami luka,” ujar Memed, Senin (02/02).
Diketahui, insiden tersebut berdampak pada kondisi kesehatan warga di sekitar lokasi. Sedikitnya sekitar 50 orang dilaporkan mengalami sesak napas serta gangguan kesehatan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, PT Vopak Terminal Merak menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh terhadap warga yang terdampak.
“Warga sekitar telah mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan setempat dan akan terus dilakukan pemantauan. Operasional perusahaan saat ini berjalan normal dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari otoritas terkait dan seluruh pihak,” pungkas Memed. | Fjr
![]()









