
TANGSEL | Kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ledakan gedung farmasi di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, yang terjadi pada 10 Oktober 2025 lalu.
Kedua tersangka masing-masing berinisial EDBN (24), seorang laki-laki yang menjabat sebagai Direktur PT NNN, serta SW (32), perempuan yang diketahui menjabat sebagai Kepala Mesin Ekstraksi, diduga bertanggung jawab karena ledakan bersumber dari mesin ekstraksi di lantai empat gedung, hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan rangkaian penyelidikan dan pemeriksaan mendalam.
Baca Juga
- Ledakan Misterius Guncang Tangsel, 7 Warga Terluka
- Jalin Kerja Sama, Pemkot Tangsel Kirim 500 Ton Sampah ke TPSA Cilowong Serang
“Kami telah menetapkan dua orang sebagai tersangka,” ujar Victor saat konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (02/01).
Victor menjelaskan, gedung farmasi tersebut dilengkapi sejumlah mesin produksi, di antaranya mesin ekstraksi, mesin mixing, dan mesin oven. Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, sumber ledakan dipastikan berasal dari mesin ekstraksi yang berada di lantai empat gedung.
“Hasil pemeriksaan Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber ledakan berasal dari mesin ekstraksi,” katanya.
Atas peristiwa tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian yang mengakibatkan kebakaran atau ledakan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di gedung farmasi empat lantai yang berlokasi di Jalan Jombang Raya, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bangunan.
Polisi memastikan ledakan tersebut bukan disebabkan oleh bahan peledak. Hasil penyisiran tim penjinak bom Gegana Polda Metro Jaya tidak menemukan adanya residu bahan peledak di lokasi kejadian. | Fjr
![]()









