spot_img
spot_img

Odong-Odong Dilarang Beroperasi di Jalan Raya

Foto: Flyer pelarangan odong-odong oleh Polda Banten.

BANTEN | Kepolisian Daerah Provinsi Banten resmi melarang kereta wisata atau odong-odong beroperasi di jalan raya, pada Kamis (28/07).

Hal ini terlihat dari unggahan flyer pernyataan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten yang dipublis melalui akun resmi media sosial milik Polda Banten.

Dalam unggahan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Hariyanto Adi Nugroho melarang kereta wisata atau odong-odong untuk beroperasi di jalan raya.

Baca Juga

Menurutnya, selain membahayakan keselamatan para penumpang, keberadaan transportasi tersebut juga telah melanggar peraturan perundang-undangan.

Selain itu, menurut jendral bintang dua ini, kendaraan tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis (Spektek) dan tidak memiliki keamanan, sehingga dapat membahayakan banyak orang. Terlebih para penumpang.

Ketentuan tersebut menurut Irjen Pol Rudy tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 228 (1), Pasal 227, Pasal 270, Pasal 285 (2), dan Pasal 208 tentang Standar Fisik, Administrasi Kendaraan, dan Ijin Trayek.

Di hari yang sama, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota merazia kereta wisata atau odong-odong beroperasi di jalan raya.

Razia tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan maut odong-odong di Kabupaten Serang beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Kepala Unit (Kanit) Turjawali Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Sobari mengatakan, odong-odong tak sesuai dengan standar kelayakan kendaraan.

Sehingga, pihaknya berinisiatif melakukan razia dan mendapatkan satu odong-odong yang telah ditahan kendaraannya.

Masih kata Sobari, operasional kendaraan odong-odong di Kota Tangerang mengganggu arus lalu lintas. Terlebih tidak adanya izin operasional dan merupakan kendaraan yang tidak jelas.

“Selain mengganggu lalu lintas, keberadaannya juga tidak jelas. Izinnya tidak ada. Oleh karena itu kami akan mengevaluasi keberadaan odong-odong di Kota Tangerang,” ujarnya.

Di beritakan sebelumnya, sebanyak 9 orang penumpang odong-odong dikabarkan meninggal dunia akibat tertabrak kerta api di perlintasan Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. |HR

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart