spot_img
spot_img

Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua Dewan: Tidak Benar dan Fitnah

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail saat konferensi pers.

TANGERANG | Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail membantah terkait laporan dan pemberitaan yang menyebutkan dirinya terlibat dugaan korupsi dan gratifikasi dana hibah madrasah.

Hal itu ia ungkapkan kepada awak media dalam konferensi pers yang dilakukan di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang pada Jumat, (16/12).

Menurut Kholid, ia tidak pernah melakukan pemotongan dana hibah yang didapatkan oleh para Madrasah Tsanawiyah (MTs) sesuai dengan yang dituduhkan itu.

Baca Juga

“Pemotongan dana hibah itu tidak benar dan fitnah. Sekali lagi tidak benar dan fitnah,” ucap Kholid kepada awak media.

Ia menjelaskan, dirinya tidak pernah bertemu dengan para penerima hibah tersebut. Namun, pertemuan pertama kali dilakukan pada saat melakukan reses untuk menyerap aspirasi sebelum danan hibah itu didapatkan oleh para penerima.

“Pertemuan itu sekali pada saat reses. Itu sifatnya menampung aspirasi yang disediakan secara konstitusi dan hukum,” ujarnya.

Kholid menyampaikan, pada saat reses itulah hampir 24 madrasah meminta untuk dibangun sekolahnya melalui APBD, maka aspirasi itu dituangkan lewat reses dan ia dianggarkan.

“Selebihnya saya tidak tahu-menahu kapan itu cairnya, kapan itu diambilnya. Dan proses pembangunan madrasah itu sedang berjalan, tentu nanti pihak dinas akan minta laporan pertanggungjawaban terkait peruntukan anggaran itu,” sambungnya.

Kholid juga menegaskan, ia tidak pernah melakukan intervensi apapun terkait dana hibah tersebut. “Tidak pernah ada intervensi dari saya secara pribadi terkait dengan hal itu,” katanya.

Munculnya pemberitaan laporan itu lanjut Kholid, mencuat setelah dirinya menerima penghargaan sebagai legislator terbaik versi Seven Media Asia beberapa waktu lalu.

“Saya melihat ada sebuah design yang disengaja untuk membunuh karakter secara pribadi. Karena tidak lama saya mendapat penghargaan legislator terbaik, ini berita langsung muncul tanpa ada klarifikasi. Maka saya anggap ini adalah fitnah,” tandasnya.

Sebelumnya, salah satu warga mengaku telah melaporkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ke KPK dan Kejati Banten karena diduga terlibat tindak pidana korupsi dan gratifikasi dana hibah madrasah yang bersumber dari APBD tahun 2022.

Ketika dimintakan tanggapan perihal pengakuan laporan tersebut, nomor kontak Kholid Ismail selaku ketua dewan tidak aktif. |HR

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart