
Oleh: Aditya Hidayatulloh*
PEREMPUAN itu enggak pernah bebas. Sejak orok, sudah dibelenggu dengan berbagai stigma kecantikan. Tak sedikit perempuan yang kemudian menjadi insecure lalu mendisiplinkan tubuh, demi mendapatkan pengakuan dari masyarakat.
Bahkan, ada pula perempuan yang harus menghalalkan segala cara untuk dapat memperoleh kecantikan sedemikian rupa. Ada yang operasi plastik untuk menghasilkan kecantikan yang diinginkan, ada pula yang sedot lemak hanya karena mereka berpikir bahwa cantik itu harus kurus.
Kita juga acapkali bertanya-tanya, kenapa stereotip seperti ini tidak kunjung musnah? Hal ini dikarenakan pandangan superior perempuan Indonesia terhadap skin tone putih, salah satunya, masih mendarah daging.
Baca Juga
- Resmi Dilantik, PCNU Kota Tangerang Siap Bentuk Karakter Mandiri
- Respons Terkait Pendamping Desa Buzzer Politisi, Sheikhu Ahmad: Ini Optimalisasi Pendampingan Bung!
Buktikan saja, berapa banyak produk kecantikan yang berseliweran di Indonesia. Memberikan iming-iming kulit putih atau kulit yang sehat? Perhatikan saja, karakteristik fisik seperti apa yang dimiliki oleh model iklan pada sebagian besar produk kecantikan di Indonesia? Bihun, bukan?
Pada kasus ini, banyak sekali pertanyaan mengapa perempuan harus cantik? Padahal, sejatinya perempuan itu takdirnya adalah cantik.
Hanya saja, pendefinisian cantik setiap orang itu berbeda. Masyarakat hanya berfokus pada bahwa cantiknya perempuan itu pada penampilan fisik atau tubuh.
Sehingga, dengan stigma tersebut memunculkan standar-standar kecantikan yang berdasar pada penampilan fisik. Padahal tidak.
Di women’s day kali ini, penulis mengajak kepada seluruh perempuan untuk senantiasa percaya diri dengan apa yang sudah dimiliki. Karena sejatinya itu adalah sebaik-baiknya pemberian dari tuhan.
Jika mengikuti definisi kecantikan yang mengarah pada penampilan tubuh, memang itu sangatlah penting. Meskipun kacamata setiap orang itu berbeda.

Harusnya, yang lebih ditekankan pada setiap perempuan, jika bisa, jadilah cantik menurut definisi sendiri. karena jika mengikuti definisi setiap orang tidak akan pernah menemukan titik akhirnya.
Karena definisi cantik itu sangat luas. Bukan sekadar penampilan tubuh, tetapi hati, tingkah laku, dan masih banyak lagi.
Orang bilang beauty is pain, Eka Kurniawan bilang Cantik Itu Luka, teman saya bilang menjadi cantik itu naluri semua wanita. Semua wanita berhak dipredikati cantik.
Percayalah, tidak ada orang membenci wanita cerdas yang akhlaknya baik. Apa lagi tutur katanya santun dan sikapnya sopan.
Meski fisikmu dianggap kurang cantik (apalagi kalau dari sononya sudah cantik). Kedua aspek itu akan memancarkan aura kecantikan yang tak kalah bersinarnya.
Oleh karenanya, berfokuslah untuk terus memperbaiki diri lebih lebih terus menambah pengetahuan. Karena isi celana selalu sama, sedang isi kepala itu berbeda-beda.
*Penulis adalah pegiat literasi.
![]()









