spot_img

Belum Ada Kejelasan Pembangunan, 4 Tahun SMAN 30 Tangerang Numpang di SDN 3 Parahu

Foto: Suasana belajar SMAN 30 Kabupaten Tangerang di SDN Parahu Kecamatan Sukamulya.

TANGERANG | Pembangunan gedung SMAN 30 Kabupaten Tangerang yang terletak di Desa Parahu Kecamatan Sukamulya hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dimulai.

Pasalnya sudah 4 tahun lebih aktivitas belajar SMAN 30 Kabupaten Tangerang menumpang di SDN 3 Parahu. Hal tersebut dikeluhkan oleh siswa dan banyak kalangan.

Salah satu siswi SMAN 30 Kabupaten Tangerang, Sofi meminta kepada Pj gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar proses pembangunan SMAN 30 Kabupaten Tangerang segera dilaksanakan.

Baca Juga

Dia juga menyampaikan, selam 4 tahun para siswa hanya bisa bermimpi memiliki gedung dan ruang kelas baru yang selama ini diidamkan, pihaknya hanya meminta tempat yang layak untuk belajar.

“Karena kami sangat membutuhkan ruang kelas yang nyaman untuk belajar dan memiliki beberapa fasilitas sekolah yang selama ini kami harapkan,” ungkap Sofi yang juga Ketua OSIS SMAN 30 Kabupaten Tangerang, pada Selasa (08/11).

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 30 Tangerang Hariawan mengatakan, sekarang memamsuki angkatan yang ke 4, dan sudah memasuki yang ke 5 tahun SMAN 30 ini memumpang di SDN 3 Parahu.

Hariawan juga masih menunggu kabar dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten terkait pembangunan gedung SMAN 30 Tangerang.

“Iya, masih menunggu proses putusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, untuk pembangunan gedungnya,” katanya kepada awak media.

Hariawan menuturkan, pembangunan gedung sekolah merupakan harapan bersama, baik masyarakat orang tua wali murid, dan para siswa/siswi, agar tidak selamanya menumpang di SDN 3 Parahu.

“Keinginan dan harapan agar segera dibangun gedung sekolah baru SMAN 30 Kabupaten Tangerang, untuk sesuai dengan kebutuhan ruang kelas dan beberapa fasilitas penunjang lainnya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komite SMAN 30 Kabupaten Tangerang Husen menambahkan, hakikatnya kami adalah penerima manfaat, di dalam dunia pendidikan kami adalah yang menerima manfaat.

Perlu diketahui, sambung Husen, yang membuat ribut bukan dari pihak sekolah, tapi dari beberapa pihak yang berkepentingan dan mempunyai kepentingan, dan akhirnya anak didik yang menjadi korban, selama 4 tahun jalan 5 tahun pihaknya terbengkalai tidak memiliki gedung sekolah.

“Kami berhadapan dengan orang tua wali murid yang menanyakan gedung sekolah, kapan sekolah SMAN 30 akan di bangun? Kami hanya bisa menumpang dan belum memiliki gedung SMAN 30,” ujarnya dengan nada lantang dan tegas.

Kata Husen, dia mewakili orang tua siswa sangat sedih dan miris, salah apa dan dosa apa kami yang menitipkan anaknya sekolah di SMAN 30 Kabupaten Tangerang.

Pihaknya ingin secepatnya gedung SMAN 30 Kabupaten Tangerang dibangun, dengan metode tim Provinsi Banten punya kajian serta metode FS, silahkan di mana saja dibangun.

“Kami hanya menyelenggarakan dunia pendidikan, dan kami tidak tahu akan dibangun di mana, itu hanya orang-orang yang punya kepentingan yang tahu dimana akan dibangun,” paparnya.

Dirinya meminta serta memohon kepada Pj gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, dan intansi pemerintahan terkait lainnya untuk buka mata hati, nasib generasi anak bangsa yang membutuhkan pendidikan mau dibawa kemana.

Selama ini, kata Husen, proses belajar masih daring dan sekolahnya dilaksanakan siang sampai sore, karena paginya di pakai oleh SD. Secara materi belajar mengajar kami masih jauh tertinggal, dibandingkan sekolah negeri lainnya.

“Kami akan terus berjuang, agar anak anak didik kami bisa menjadi anak yang cerdas, pintar serta akan menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama,” tegasnya. |We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart