
BANTEN | Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya memperingati Milad ke-70 atau tujuh dekade organisasi pada Kamis, (02/04). Momentum ini mengusung tema “Mengukuhkan Khittah Ideologi dan Kedaulatan Ekonomi.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan para tokoh pendiri. Kader SEMMI memberikan penghormatan di pusara Arudji Kartawinata serta tokoh besar Syarikat Islam, K.H. Agus Salim.
Perayaan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar Syarikat Islam. Sejumlah organisasi serumpun turut hadir, seperti Perisai SI DKI Jakarta, Pemuda Muslimin DKI Jakarta, serta kader SEMMI dari seluruh wilayah Jakarta Raya.
Baca Juga
- 7 Dekade SEMMI: Mengukuhkan Khittah Ideologi dan Kedaulatan Ekonomi Organisasi
- PW SEMMI Jakarta Raya Soroti Pengorbanan Prajurit TNI di UNIFIL Lebanon
Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menegaskan bahwa peringatan tujuh dekade ini menjadi titik refleksi atas perjalanan panjang organisasi dan dedikasi para pendirinya. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan agar terus hidup dalam diri setiap kader.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kami mengenang perjalanan dan perjuangan para pendiri SEMMI dan Syarikat Islam. Kami ingin semangat dan nilai-nilai perjuangan tersebut termanifestasi sepenuhnya ke dalam jiwa seluruh kader SEMMI di Jakarta Raya,” ujar Yanto.
Menurutnya, penguatan ideologi menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi arah gerak organisasi. Tanpa ideologisasi yang kokoh, ia menilai perjuangan akan kehilangan arah.

“Di umur ke-70 tahun ini, penanaman nilai-nilai ideologi pada kader merupakan modal awal perjuangan. Tanpa ideologisasi yang kuat, arah gerak kita akan menjadi tidak konsisten,” tegasnya.
Selain itu, Yanto juga mendorong kader SEMMI untuk membangun kemandirian ekonomi. Hal ini dinilai penting sebagai penopang gerakan mahasiswa yang progresif sekaligus menjaga independensi organisasi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan soliditas organisasi, menegaskan peran SEMMI sebagai salah satu motor penggerak intelektual Muslim di Indonesia. | Fjr
![]()









