
BANTEN | Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya menyatakan dukungan penuh agar prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon mendapatkan penghormatan tertinggi sebagai simbol perdamaian dunia.
Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto menyampaikan, belasungkawa yang mendalam kepada institusi TNI dan keluarga korban.
Ia juga menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Baca Juga
- 7 Dekade SEMMI: Mengukuhkan Khitah Ideologi dan Kedaulatan Ekonomi Organisasi
- SEMMI Tangerang Desak Perwal Tunjangan
“Gugurnya personel TNI dalam misi internasional ini merupakan bukti nyata komitmen kuat Negara Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945,” ujar Yanto di Jakarta, 30 Maret 2026.
Menurut Yanto, peran aktif Indonesia di Lebanon bukan sekadar tugas militer, melainkan bentuk pengabdian kemanusiaan yang sangat berisiko. Oleh karena itu, penganugerahan gelar sebagai simbol perdamaian dinilai sangat layak bagi para tentara kemanusiaan itu.
“Keberaniannya adalah representasi dari wajah bangsa Indonesia yang cinta damai. Kami mendorong pemerintah untuk memberikan anugerah ini sebagai bentuk penghormatan abadi atas pengorbanan nyawa demi stabilitas global,” tambahnya.
PW SEMMI Jakarta Raya berharap nilai-nilai pengabdian yang ditunjukkan oleh prajurit tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemuda dan mahasiswa di Indonesia dalam menjaga persatuan dan perdamaian di tingkat nasional maupun internasional. | Fjr
![]()









