
SERANG | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tangerang ikut bergabung dalam aksi besar yang digelar Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Provinsi Banten di depan Kantor DPRD Banten, pada Senin, (01/09).
Aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan atas kegagalan DPR RI mewakili kepentingan rakyat, lemahnya aparat melindungi masyarakat, serta kian lebarnya jurang antara elit politik dengan kondisi riil warga di lapangan.
Ketua PKC PMII Provinsi Banten, Wina Setiawati, menegaskan aksi ini adalah pengingat keras untuk wakil rakyat.
Baca Juga
- Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Tangerang, Tuntut Soal Tunjangan Perumahan
- PMII Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di SMPN 23 Kota Tangerang
“DPR dan pemerintah jangan lagi mengkhianati rakyat. Saat rakyat kesulitan, elit justru berpesta dengan tunjangan. Demokrasi tidak boleh dibajak oleh segelintir orang. Negara wajib melindungi hak rakyat, bukan membungkam dengan represi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Tangerang, Oki Putra Arsulan, menyoroti masalah lokal yang tak kalah genting.
“Pengangguran di Banten masih 6,64 persen. Anggaran harus konsisten diarahkan ke pendidikan dan infrastruktur. Praktik percaloan kerja juga masih marak. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk tanggung jawab moral. Suara mahasiswa Tangerang akan terus bersama rakyat untuk mengawal transparansi dan menuntut keadilan sosial,” katanya lantang.
PMII Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk tetap berada di barisan terdepan bersama PKC PMII Banten dan cabang-cabang lainnya, memperjuangkan transparansi anggaran, hak-hak rakyat, dan keadilan sosial. | Fjr
![]()









