
LEBAK | Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir kembali memicu pergerakan tanah di Kampung Gunungtanjung Barat, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur. Permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cikupa kini terancam keselamatan.
Dampak paling serius dialami Siti Saemah, salah seorang warga setempat. Bagian dapur rumahnya mengalami retak parah hingga sebagian roboh, disertai penurunan tanah yang terus terjadi. Keretakan juga menjalar ke area kamar mandi.
Siti menuturkan, pergerakan tanah mulai dirasakan sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Setiap kali hujan turun, kondisi tanah disebutnya semakin amblas dan memperparah kerusakan bangunan.
Baca Juga
“Kalau habis hujan, tanah itu makin turun. Tembok juga jatuh sedikit-sedikit,” ujar Siti kepada wartawan, pada Minggu (21/12).
Dapur menjadi bagian rumah yang paling terdampak. Meski dihantui rasa takut, Siti mengaku belum bisa meninggalkan rumahnya karena tidak memiliki lokasi alternatif untuk mengungsi.
“Takut mah takut, tapi mau bagaimana lagi. Tidak ada tempat buat pindah, cuma di sini saja,” tuturnya.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat lantaran sering terdengar suara retakan dari bangunan maupun dari dalam tanah, terutama pada malam hari.
“Kadang suka ada suara ‘bletuk’, dari atas atau dari bawah. Terus tembok jatuh sedikit-sedikit. Ya jelas takut,” ungkapnya.
Kepala Desa Sumurbandung, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa lokasi terdampak berada sekitar 30 meter dari aliran Sungai Cikupa. Ia menyebut pergerakan tanah hampir selalu terjadi setiap musim hujan, namun intensitas kali ini dinilai jauh lebih parah.
“Kalau kami amati, setiap musim hujan deras, setelah air surut selalu ada pergerakan tanah. Tapi sekarang makin hari makin parah,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pihak desa telah berkoordinasi dan mengajukan permohonan penanganan ke BPBD Kabupaten Lebak, BPBD Provinsi Banten, hingga Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan fisik yang dilakukan di lokasi.
“Koordinasi sudah kami jalankan, tapi penanganan spesifik belum ada,” pungkasnya. | Fjr
![]()









