spot_img

Gelar Diskusi dan Bukber, Fatayat NU Tangerang Angkat Isu Kerentanan Sosial

Foto: Pengurus Fatayat NU dan Pembicara.

TANGERANG | Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tangerang mengadakan diskusi dan buka bersama dengan tema Perempuan dan Kerentanan Sosial. Acara dilaksanakan di gedung PCNU pada Sabtu (14/03).

Diskusi menghadirkan anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sri Panggung Lestari, Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, dan Asda 1 Prima Saras Puspa. Turut hadir Ketua PCNU Kabupaten Tangerang Makhmud Jumhur.

Saat memberi arahan, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur memberi apresiasi atas terselenggaranya diskusi dan buka puasa. Temanya menarik. Peduli Perempuan dan Kerentanan Sosial.

Baca Juga

“Dua bulan lalu, di gedung ini juga pernah dilaksanakan giat semacam. Saat itu mengangkat tema Fiqh Perempuan. Dan mendapat respons luar biasa,” ujar dokter Jumhur dalam sambutan sekaligus membuka acara diskusi.

Makhmud Jumhur berharap Fatayat NU terus melakukan kegiatan. Agar organisasi berjalan dengan baik. Selain itu, perempuan harus mampu mewarnai setiap dinamika, baik organisasi maupun daerah.

Sementara Ketua Fatayat NU Kabupaten Tangerang Maewati berharap agenda diskusi tidak berhenti sampai di sini. Harus ada tindak lanjut agar peran perempuan tidak hanya di wilayah domestik semata. Kita harus terus bergerak dan bersuara agar perempuan dan kerentanan sosial tidak berhenti di meja diskusi.

Maewati mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang turut serta hadir membersamai acara diskusi dan buka puasa bersama. Kehadiran pengurus PAC dan narasumber bukan hanya bukti bahwa agenda ini penting, tapi juga baik untuk perempuan Kabupaten Tangerang.

“Selain diskusi dan bukber, acara juga diisi dengan santunan yatim dan duafa. Tradisi memberi di bulan ramadan harus terus dipupuk. Agar keberkahan terus didapat,” ujarnya saat menutup sambutan.

Pantauan Vinus di lokasi, acara berjalan dengan menarik. Sri Panggung Lestari meminta Fatayat NU Tangerang memberi masukan atas peraturan daerah yang akan diinisiasi tahun depan. Bahkan anggota DPRD secara khusus meminta untuk menyelenggarakan diskusi soal isu perempuan.

“Saya berharap Fatayat NU tidak berhenti di sini. Perjuangan terhadap kerentanan sosial harus terus disuarakan. Tahun depan ada agenda pembentukan Perda. Semoga kita bisa berjuang bersama,” ujarnya saat memberi materi. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart