Foto: Akibat bau, Warga Cangkudu meminta Bupati untuk tutup PT BOSS.
TANGERANG | PT Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS) di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan warga.
Pabrik penghasil High Pressure Laminate (HPL) itu diduga lihai memainkan waktu operasi agar luput dari pantauan pihak berwenang.
Menurut warga setempat, Usman menyebut, setiap kali ada rencana pengecekan dari pemerintah desa atau instansi lain, bau menyengat khas kimia yang biasa menyeruak tiba-tiba lenyap seolah tak pernah ada.
“Kalau ada yang mau ngecek dari pihak desa, tiba-tiba baunya hilang,” ungkap Usman, warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari pagar pabrik, Sabtu (25/10).
Namun, keheningan itu tak bertahan lama. Begitu rombongan pemeriksa meninggalkan lokasi, aroma kimia tajam kembali menebar, membuat warga pusing, mual, bahkan batuk-batuk.
Usman, yang menjadi salah satu korban paling terdampak, berharap pemerintah bersikap lebih sigap dan tidak membocorkan informasi saat hendak turun ke lapangan.
“Saya minta jangan disebar dulu kalau mau ngecek, nanti bocor lagi,” pintanya dengan nada kecewa.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memastikan sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pemeriksaan ulang.
“Saya sudah teruskan ke Dinas LH agar cek lokasi,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat membenarkan adanya instruksi tersebut. Ia mengaku masih harus mendalami persoalan sebelum mengambil langkah tegas.
“Nanti hari Senin (27/10/2025) kami cek lagi ke lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, DLHK sebelumnya pernah menindak PT BOSS pada Maret 2025 dan bahkan menutup operasional pabrik itu pada April 2025.
“Sudah pernah kami awasi saat uji coba. Senin nanti, Bidang PPKL juga akan ambil sampel untuk uji laboratorium,” jelasnya. | Fjr