
TANGERANG | Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-IV Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang resmi menetapkan Saepul Bahri sebagai Ketua DPC GMNI Kabupaten Tangerang periode 2026-2028.
Penetapan tersebut dilaksanakan dalam forum demokratis yang digelar pada Sabtu, (14/02), bertempat di Aula Bola Sundul, Kabupaten Tangerang.
Konfercab Ke-IV ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang yang dihadiri oleh empat komisariat definitif. Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara musyawarah dan penuh semangat kekeluargaan, tiga dari empat komisariat definitif secara resmi menyatakan dukungan kepada Saepul Bahri sebagai nahkoda baru DPC GMNI Kabupaten Tangerang.
Baca Juga
- GMNI Tangerang Advokasi Warga Cengkok Lawan Pabrik
- Geruduk Kantor Bupati, GMNI Tangerang Minta APH Usut Keterlibatan Pejabat Pemda Terkait Pagar Laut
Dukungan mayoritas tersebut menjadi mandat politik organisasi bagi Saepul Bahri untuk memimpin dan mengonsolidasikan kekuatan kader dalam menjawab tantangan zaman serta memperkuat posisi GMNI sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan ideologi Marhaenisme.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Saepul Bahri menegaskan, komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta mengokohkan GMNI Kabupaten Tangerang sebagai garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat kecil.
“Kemenangan ini bukan kemenangan individu, melainkan kemenangan seluruh kader GMNI Kabupaten Tangerang. Tugas kita ke depan adalah memastikan organisasi ini tetap progresif, ideologis, dan berpihak pada kaum marhaen,” tegasnya.
Konfercab Ke-IV ini juga menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi serta penyusunan arah gerak strategis GMNI Kabupaten Tangerang ke depan. Forum berjalan dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat persatuan.
Dengan terpilihnya Saepul Bahri sebagai Ketua DPC GMNI Kabupaten Tangerang, diharapkan organisasi semakin solid, progresif, dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial. | Fjr
![]()









