
LEBAK | Ketegangan yang terjadi dalam acara Halal Bihalal Pemkab Lebak antara Bupati Moch Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah menuai kritik dari kalangan mahasiswa.
Insiden tersebut dinilai mencerminkan belum solidnya arah kepemimpinan daerah di tengah tuntutan masyarakat akan kinerja nyata pemerintah.
Ketua PMII Kabupaten Lebak, Muhamad Nurajimanto, yang menilai kejadian tersebut sebagai cerminan adanya persoalan internal yang perlu segera dibenahi.
Baca Juga
- Setahun Kepemimpinan Lebak, Mahasiswa Beri Rapor Merah
- Pemerhati Pendidikan Laporkan Dugaan Pungli PIP di SDN 2 Sukatani Lebak
Ia menilai peristiwa tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga arah kepemimpinan serta stabilitas pemerintahan.
Menurutnya, di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, konflik yang bersifat personal justru menunjukkan bahwa fokus pembangunan belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan publik.
Nurajimanto menegaskan, masyarakat saat ini lebih membutuhkan langkah nyata daripada tontonan konflik antar elite. Ia menyebut, perhatian pemerintah seharusnya difokuskan pada peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kerja konkret, bukan polemik yang tidak produktif,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (31/03).
Ia juga menyoroti bahwa momentum Halal Bihalal semestinya dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan dan memperkuat komunikasi antar pemimpin daerah. Namun, jika justru diwarnai ketegangan, hal itu dapat memicu pertanyaan publik terkait prioritas kepemimpinan di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan internal serta menekan ego sektoral.
“Pemerintah daerah harus segera berbenah, meredam ego, dan kembali fokus pada tugas utama, yaitu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Lebak,” tegasnya. | Fjr
![]()









