
SERANG | Dalam rangka sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror (AT) Polri wilayah Banten mengadakan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang, pada Selasa, (22/07).
Dalam sosialisasi tersebut membahas strategi bersama dalam membendung paham-paham radikal yang kerap menyusup melalui kegiatan keagamaan.
Kepala seksi pendidikan diniyah dan pondok pesantren, Titin Prihatini, mengatakan bahwa ia siap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan toleran kepada masyarakat.
Baca Juga
- Desak Tuntaskan Kasus Pelecehan, Pelajar dan Alumni SMAN 4 Serang Geruduk Sekolah
- Nyambi Jual Sabu, Teknisi Komputer di Kota Serang Diciduk Polisi
“Kemenag memiliki peran penting dalam edukasi keagamaan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa lebih sigap mendeteksi dan mencegah masuknya paham-paham ekstrem di lingkungan masyarakat, khususnya di lembaga pendidikan dan tempat ibadah,” ujar Titin Prihatin.
Sementara itu, perwakilan Densus 88, Reza, menekankan pentingnya pendekatan lunak (soft approach) dalam pencegahan terorisme, termasuk melalui edukasi, dakwah, dan penguatan moderasi beragama.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta rencana tindak lanjut berupa pelatihan bagi penyuluh agama dan guru madrasah mengenai deteksi dini serta penanganan potensi radikalisme.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program nasional Densus 88 dalam membangun jejaring pencegahan di tingkat daerah melalui kerja sama lintas lembaga, utamanya institusi keagamaan. |Fjr
![]()









