
PANDEGLANG | Anggaran makan dan minum (mamin) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang tahun 2025 tembus hampir Rp8 miliar.
Angka tersebut dinilai tidak masuk akal oleh sejumlah pihak, mengingat masih banyak gedung sekolah rusak dan tidak layak digunakan oleh peserta didik. Padahal, pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama.
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Maman Hermawan, menyebut alokasi anggaran tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan. Ia menilai, penganggaran yang tidak tepat sasaran ini bisa melukai hati masyarakat.
Baca Juga
- Jalan Berlubang di Pandeglang Dibiarkan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang
- Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Pandeglang Akan Siapkan Tim Khusus
“Masih banyak gedung sekolah di Pandeglang yang tidak layak. Mestinya, anggaran sebesar itu diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur, bukan untuk mamin,” ujar Maman kepada media, pada Minggu (25/05).
Maman yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, anggaran tersebut tidak hanya tidak tepat sasaran, tetapi juga menunjukkan ketidakpekaan dalam menyikapi kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil.
“Ini sangat menyakitkan bagi masyarakat. Pandeglang sedang tidak baik-baik saja secara anggaran, tetapi kita malah membelanjakan miliaran rupiah untuk kebutuhan konsumsi,” tegasnya.
Sebagai mitra kerja Dindikpora, Komisi IV DPRD Pandeglang mengaku telah beberapa kali menyarankan agar penggunaan anggaran lebih diarahkan pada hal-hal yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Setiap kali RDP, kami selalu mendorong Dindikpora agar lebih bijak. Fokuskan anggaran untuk perbaikan sekolah dan peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya. |Fjr
![]()









