spot_img

Aliansi Peduli Iran Aksi di Jakarta, Kecam Agresi Militer AS dan Tuntut Perlindungan Stabilitas Global

Foto: Aliansi Peduli Iran (API) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat serta Kantor Kementerian Luar Negeri RI.

BANTEN | Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Iran (API) yang terdiri dari Pemuda Muslimin DKI Jakarta, SEMMI Jakarta Raya, dan LMND DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat serta Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (06/03).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya terhadap Iran.

Koordinator Lapangan API sekaligus Ketua Pemuda Muslimin, Rizky, dalam orasinya menyatakan bahwa serangan sepihak tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Baca Juga

“Tindakan militer ini telah mengangkangi Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang melarang agresi terhadap kedaulatan negara lain. Ini bukan sekadar konflik regional, melainkan ancaman serius terhadap Jus Cogen norma imperatif internasional yang melarang keras adanya agresi dan kejahatan perang,” ujar Rizky di depan Kedubes AS.

Rizky juga menyoroti potensi dampak ekonomi bagi Indonesia akibat ketegangan di Selat Hormuz. Sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, gangguan di kawasan tersebut dinilai dapat memicu kenaikan harga energi yang berdampak pada masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, yang turut memimpin massa di depan Kementerian Luar Negeri RI. Ia mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif sesuai amanat konstitusi.

“Indonesia adalah negara yang memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif. Kami meminta Kemenlu untuk berdiri tegak melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi sebagaimana mandat Pembukaan UUD 1945,” tegas Yanto.

Ia juga mengingatkan pemerintah akan kewajiban melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di zona konflik. Sesuai UU No. 37 Tahun 1999, perlindungan terhadap mahasiswa dan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah harus menjadi prioritas utama melalui langkah-langkah diplomasi dan persiapan evakuasi yang matang.

Ditempat yang sama, Ketua LMND DKI Jakarta, Randen Akagits menyampaikan, bahwa perang AS-Iran dengan Negara Timur Tengah merupakan sistem struktur kerja kotor dari sistem kapitalisme global, dimana agresi militer menjadi jalan keluar bagi imprealis untuk mengamankan akumulasi modal.

Tuntutan Aliansi Peduli Iran (API):

1. Mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak oleh AS dan sekutunya yang merusak tatanan hukum internasional.

2. Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan eskalasi konflik guna mencegah kehancuran kemanusiaan yang lebih luas.

3. Meminta Pemerintah RI untuk mengantisipasi efek domino kenaikan harga energi nasional demi menjaga daya beli masyarakat sesuai semangat Pasal 33 UUD 1945.

4. Menuntut perlindungan maksimal bagi WNI di kawasan terdampak konflik melalui koordinasi internasional yang cepat.

Aksi yang berlangsung tertib itu diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada perwakilan instansi terkait sebagai bentuk komitmen moral masyarakat sipil terhadap keadilan dan perdamaian dunia. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart