spot_img

Lewat Dialog Interaktif, Lentera Perempuan Ajak Masyarakat Lawan KDRT

Foto: Narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “Potret Suram KDRT: Apa Langkah Kita?”.

TANGERANG | Puluhan organisasi yang tergabung dalam Lentera Perempuan menggelar Dialog Interaktif bertemakan “Potret Suram KDRT: Apa Langkah Kita?”, di Gedung Serba Guna (GSG), Kecamatan Tigaraksa. pada Kamis, (06/11).

Hadir sebagai pembicara, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Afrillianna Purba, Ketua Pengadilan Agama Tangerang Naili Ivada, Kapolresta Tangerang yang diwakili Kanit PPA Iptu Ganda Sihombing, dan Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan, bahwa Pemkab Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) akan membangun Rumah Aman dan Trauma Healing Center pada tahun 2026.

Baca Juga

“Dua fasilitas ini akan menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan untuk pulih secara fisik dan psikis,” jelasnya

Ia menegaskan bahwa KDRT bukan hanya persoalan pribadi, melainkan isu sosial yang menuntut kepedulian bersama.

“Edukasi dan perlindungan sejak dini juga sangat penting dilakukan di tingkat keluarga dan masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan korban berjalan sendirian,” tuturnya.

Intan juga mengajak semua pihak untuk mengambil sikap yang bijak, membangun kebersamaan dan kepedulian untuk mencegah serta menanggulangi KDRT

“Bijaklah dalam mengambil keputusan. Jangan takut melapor, karena hukum ada untuk melindungi. Dengan dialog ini, Pemkab berharap tercipta kolaborasi yang kuat demi mewujudkan Tangerang sebagai kabupaten yang aman, peduli, dan bebas kekerasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Afrillianna Purba mengingatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bisa menimpa siapa saja, termasuk laki-laki. Pihaknya juga terus mendorong agar para korban KDRT tidak diam dan segera mencari bantuan

“Laki-laki pun bisa menjadi korban, tetapi banyak yang tidak berani melapor. Inilah pentingnya edukasi dan keberanian untuk bertindak,” ujarnya.

 Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga untuk mencegah kekerasan. 

“Jalin komunikasi yang baik, jangan jadikan emosi sebagai alasan melukai pasangan. Jika ada kekerasan, laporkan kami siap mendampingi,” tegasnya. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart