
TANGERANG | Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang menyesalkan keputusan TikTok menonaktifkan sementara fitur TikTok Live di Indonesia.
Bagi ribuan UMKM, fitur ini bukan sekadar ruang promosi, tapi juga panggung utama untuk berinteraksi dengan konsumen dan menggerakkan penjualan harian.
Ketua Forum, Bagus Muhamad Rijal menilai, langkah tersebut langsung memukul ribuan UMKM yang selama ini bergantung pada live streaming.
Baca Juga
- UNMA Kenalkan Detektor Logam untuk Amankan Produk UMKM
- Peduli UMKM Lokal, Pemdes Cirarab Berikan Bantuan Gerobak Es Kepada Pelaku Usaha Kecil
“Kami paham alasan keamanan yang disampaikan TikTok. Tapi dampaknya sangat besar. Banyak UMKM yang omzet hariannya bergantung pada TikTok Live,” ujarnya, Minggu (31/08).
Sejak pandemi, tren live commerce jadi tulang punggung penjualan digital. Data Katadata Insight Center (2024) menyebut lebih dari 52 persen UMKM yang sudah go digital memanfaatkan TikTok, terutama fitur Live yang dianggap mampu mendorong lonjakan pesanan.
“Bayangkan, penjual makanan ringan di kampung bisa dapat ratusan order hanya dari satu sesi live. Begitu fitur ini dimatikan, mereka kehilangan panggung utama,” tambah Bagus.

Forum mencatat, sekitar 40 persen UMKM binaan di Kabupaten Tangerang mengandalkan penjualan lewat TikTok Live. Rata-rata omzet mereka naik 2–3 kali lipat dibanding penjualan offline. Dengan penonaktifan ini, potensi kerugian UMKM lokal bisa tembus puluhan hingga ratusan juta rupiah per hari.
Mereka mendesak TikTok dan pemerintah segera mengaktifkan kembali fitur Live dengan penguatan moderasi, bukan menutup total.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Jangan sampai mereka jadi korban kebijakan global yang tak melihat kondisi lokal,” tegas Bagus.
Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang sendiri menjadi wadah kolaborasi pemuda pelaku usaha di tingkat lokal, yang fokus mendampingi UMKM agar bisa naik kelas melalui pelatihan dan advokasi. | Fjr
![]()









